Lelah untuk mengingatkan smoking addict (pecandu rokok).
Biarpun sudah berulangkali dicoba tapi kalau tidak diterapkan mau bagaimana
lagi? Sebagai contoh misalnya ayah saya. Beliau pecandu berat buat sesuatu yang
bernama rokok. Beliau rela melewatkan jam makannya demi rokok. Menggantikannya
dengan menyesap asap yang jelas-jelas merusak kesegaran oksigen yang seharusnya
membuat nafas kita nyaman.
Sebenarnya sudah banyak peringatan larangan merokok. Apalagi
bagi anak-anak. Dibungkusnya saja sudah ada kata peringatan dan juga kata
bergambar yang menggambarkan akibat-akibat dari candu yang perokok idap.
Semisal saja, gambar kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, sampai
bahaya yang lebih besar bagi orang sekitar daripada orang yang menikmati. Tapi
peringatan itu seolah tidak dihiraukan dan hanya dilirik tanpa diresapi kedalam
fikiran.
Rokok bagi pecandu sudah dikiaskan sebagai narkoba jenis
halal. Dimana hal itu terasa bagai obat penenang dari segala guncangan yang
dirasakan. Bagi kalian yang tidak pernah sekalipun merasakan rokok, sesekali
menghisap rokok, dan juga pecandu rokok, marilah berubah. Pertahankan yang baik
dan juga hilangkan yang buruk satu persatu. Seperti apa yang disampaikan guru
saya yang dipetik dari kata-kata Mario Teguh “Orang sukses adalah Ia yang mau
berubah.” Bukankah semuanya ingin sukses? Tidak terkecuali orang yang sudah sepuh juga masih ingin sukses -sukses
akhirat tentunya-.
Lalu, bagaimana cara untuk sukses dengan berubah? Seperti
kata guru saya –lagi-. Sukses bisa diraih dengan cara 3M. apa saja?
1. Mulai dari diri sendiri, artinya jika
ingin berubah hendaknya dilandasi dengan niat dan tentunya jiwa optimis yang
kuat. Kalau tidak ada niat bagaimana akan ada jalan? So, buat kalian yang ingin
berhenti merokok mari bulatkan tekad. Jangan ambil pusing, anggap saja itu
seperti puasa nazar yang harus ditepati. Jadi tidak ada alasan untuk
melanggarnya lagi.
2. Mulai dari yang kecil-kecil, artinya
mulailah menghilangkan apa yang buruk dari kebiasaan kalian. Berhubung dalam
tema merokok, jadi saya mengambil contoh untuk mengurangi konsumsi rokok
misalnya. Yang semula sehari mampu menghisap satu bungkus, maka cobalah kurangi
minimal tiga batang. Redamlah nafsu
merokok jika ambisi merokok lagi sudah mendesak dengan refreshing ke tempat
yang banyak menyajikan udara segar. Dengan itu maka paru-paru akan bekerja
lebih baik.
3. Mulai dari sekarang, nah setelah kedua
cara diatas sudah difikirkan matang-matang dan yakin ingin berubah, maka mulai
dari sekarang. Jangan tunggu besok. Kesempatan banyak, tapi akibat tidak akan
memberi waktu jika deadline sudah di depan mata. Akibat akan selalu mengincar
kita. Akibat ceroboh, bisa masuk penjara, akibat ngerokok bisa ngerusak udara,
dan akibat-akibat lain yang pastinya banyak rugi daripada untungnya. Jadi ayo
tegaskan bahwa kebiasaan buruk kalian akan secara perlahan dihapus setelah
membaca postingan ini.
Jangan dengarkan kalau ada yang mengatakan “Nggak ngerokok
enggak keren.” Dan sanak keluarganya. Fikirkan diri sendiri, tidak usah gengsi.
Yang penting sehat daripada keren tapi melarat.
Oh ya, nyangkutin melarat, jadi
keinget ayah saya lagi. Tiap hari mulutnya tidak berhenti menghisap rokok.
Hampir dua bungkus tiap harinya. Kalau dihitung secara ekonomi, harga rokok
paling murah sekarang mencapai sepuluhribu,nah kalau tiap harinya dua bungkus
berarti duapuluhribu. Lalu dikalikan selama satu minggu. Dalam satu minggu itu
beliau akan mengeluarkan uang nafkahnya sebanyak 140.000 hanya untuk kepuasan
yang merugikan dirinya bahkan orang yang tidak berdosa. Jumlah itu akan menjadi
semakin besar apabila ada sanak saudara datang. Jumlah rokok yang ditawarkan
akan semakin menggiurkan. Mengapa? Alasannya simple. Katanya “Rokok sebagai
simbol persahabatan.” Persepsi buruk yang akan didengar jika kita menanyakan
itu pada pecandu rokok. Belum lagi jika pecandu itu orang yang –maaf- kurang
mampu. Kan kasihan orang yang seharusnya menikmati makan malah uangnya
dihabiskan untuk menghisap kemenyan.
Jadi para sahabat, ayolah kita perbanyak oksigen disekitar
kita. Hidup hanya sekali bro, jangan sia-siakan hanya untuk merusak lingkungan
dengan udara kotor yang kalian hembuskan. Lagipula banyak pecandu yang nafasnya bau, giginya menghitam, dan bibirnya menghitam pula. Tidak malu
buat yang masih lajang? Buat para ladies yang pasangannya pecandu. Secara halus
ingatkan ‘dia’ agar mau berubah okey? Segalanya bermula dari 3M (Mulai dari
diri sendiri, Mulai dari yang kecil-kecil, dan Mulai dari sekarang).
Akhir kata, terimakasih dan maaf bagi yang tersinggung
hatinya. Tulisan ini bertujuan untuk memotivasi, bukan memprovokasi. Juga Tulisan
ini di sertakan GA Mukhofas Giveaway – Penyebaran Iklan Rokok di Indonesia dan
Dampaknya.
Oh iya ketinggalan, jangan lupa kunjungi
