W.K-DRAMA: Mencoba Melepas Ikatan Batin Rokok dan Pecandunya

Selasa, 18 November 2014

Mencoba Melepas Ikatan Batin Rokok dan Pecandunya



Lelah untuk mengingatkan smoking addict (pecandu rokok). Biarpun sudah berulangkali dicoba tapi kalau tidak diterapkan mau bagaimana lagi? Sebagai contoh misalnya ayah saya. Beliau pecandu berat buat sesuatu yang bernama rokok. Beliau rela melewatkan jam makannya demi rokok. Menggantikannya dengan menyesap asap yang jelas-jelas merusak kesegaran oksigen yang seharusnya membuat nafas kita nyaman.

Sebenarnya sudah banyak peringatan larangan merokok. Apalagi bagi anak-anak. Dibungkusnya saja sudah ada kata peringatan dan juga kata bergambar yang menggambarkan akibat-akibat dari candu yang perokok idap. Semisal saja, gambar kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, sampai bahaya yang lebih besar bagi orang sekitar daripada orang yang menikmati. Tapi peringatan itu seolah tidak dihiraukan dan hanya dilirik tanpa diresapi kedalam fikiran.

Rokok bagi pecandu sudah dikiaskan sebagai narkoba jenis halal. Dimana hal itu terasa bagai obat penenang dari segala guncangan yang dirasakan. Bagi kalian yang tidak pernah sekalipun merasakan rokok, sesekali menghisap rokok, dan juga pecandu rokok, marilah berubah. Pertahankan yang baik dan juga hilangkan yang buruk satu persatu. Seperti apa yang disampaikan guru saya yang dipetik dari kata-kata Mario Teguh “Orang sukses adalah Ia yang mau berubah.” Bukankah semuanya ingin sukses? Tidak terkecuali orang yang sudah sepuh juga masih ingin sukses -sukses akhirat tentunya-.
Lalu, bagaimana cara untuk sukses dengan berubah? Seperti kata guru saya –lagi-. Sukses bisa diraih dengan cara 3M. apa saja?

1.       Mulai dari diri sendiri, artinya jika ingin berubah hendaknya dilandasi dengan niat dan tentunya jiwa optimis yang kuat. Kalau tidak ada niat bagaimana akan ada jalan? So, buat kalian yang ingin berhenti merokok mari bulatkan tekad. Jangan ambil pusing, anggap saja itu seperti puasa nazar yang harus ditepati. Jadi tidak ada alasan untuk melanggarnya lagi.
2.       Mulai dari yang kecil-kecil, artinya mulailah menghilangkan apa yang buruk dari kebiasaan kalian. Berhubung dalam tema merokok, jadi saya mengambil contoh untuk mengurangi konsumsi rokok misalnya. Yang semula sehari mampu menghisap satu bungkus, maka cobalah kurangi minimal  tiga batang. Redamlah nafsu merokok jika ambisi merokok lagi sudah mendesak dengan refreshing ke tempat yang banyak menyajikan udara segar. Dengan itu maka paru-paru akan bekerja lebih baik.
3.       Mulai dari sekarang, nah setelah kedua cara diatas sudah difikirkan matang-matang dan yakin ingin berubah, maka mulai dari sekarang. Jangan tunggu besok. Kesempatan banyak, tapi akibat tidak akan memberi waktu jika deadline sudah di depan mata. Akibat akan selalu mengincar kita. Akibat ceroboh, bisa masuk penjara, akibat ngerokok bisa ngerusak udara, dan akibat-akibat lain yang pastinya banyak rugi daripada untungnya. Jadi ayo tegaskan bahwa kebiasaan buruk kalian akan secara perlahan dihapus setelah membaca postingan ini.

     Jangan dengarkan kalau ada yang mengatakan “Nggak ngerokok enggak keren.” Dan sanak keluarganya. Fikirkan diri sendiri, tidak usah gengsi. Yang penting sehat daripada keren tapi melarat.

      Oh ya, nyangkutin melarat, jadi keinget ayah saya lagi. Tiap hari mulutnya tidak berhenti menghisap rokok. Hampir dua bungkus tiap harinya. Kalau dihitung secara ekonomi, harga rokok paling murah sekarang mencapai sepuluhribu,nah kalau tiap harinya dua bungkus berarti duapuluhribu. Lalu dikalikan selama satu minggu. Dalam satu minggu itu beliau akan mengeluarkan uang nafkahnya sebanyak 140.000 hanya untuk kepuasan yang merugikan dirinya bahkan orang yang tidak berdosa. Jumlah itu akan menjadi semakin besar apabila ada sanak saudara datang. Jumlah rokok yang ditawarkan akan semakin menggiurkan. Mengapa? Alasannya simple. Katanya “Rokok sebagai simbol persahabatan.” Persepsi buruk yang akan didengar jika kita menanyakan itu pada pecandu rokok. Belum lagi jika pecandu itu orang yang –maaf- kurang mampu. Kan kasihan orang yang seharusnya menikmati makan malah uangnya dihabiskan untuk menghisap kemenyan.

      Jadi para sahabat, ayolah kita perbanyak oksigen disekitar kita. Hidup hanya sekali bro, jangan sia-siakan hanya untuk merusak lingkungan dengan udara kotor yang kalian hembuskan. Lagipula banyak pecandu yang nafasnya bau, giginya menghitam, dan bibirnya menghitam pula. Tidak malu buat yang masih lajang? Buat para ladies yang pasangannya pecandu. Secara halus ingatkan ‘dia’ agar mau berubah okey? Segalanya bermula dari 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil-kecil, dan Mulai dari sekarang).
     

Akhir kata, terimakasih dan maaf bagi yang tersinggung hatinya. Tulisan ini bertujuan untuk memotivasi, bukan memprovokasi. Juga Tulisan ini di sertakan GA Mukhofas Giveaway – Penyebaran Iklan Rokok di Indonesia dan Dampaknya.


      
    Oh iya ketinggalan, jangan lupa kunjungi


6 komentar: